Mengenang Leo Saputan, Mantan Bek Pelita Solo yang Baru Saja Berpulang

  • Whatsapp


GOAL.MY.ID, SOLO–Dunia sepak bola Tanah Air berduka. Mantan Bek Pelita Solo & Persijatim Solo FC, Leo Saputan meninggal dunia pada Senin (19/4/2021) pagi.

“Dia itu bek berkarakter keras, fighter sebagai pemain belakang.” Eko Purdjianto mengenang rekannya, Leo Soputan, yang baru saja meninggal dunia usai dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta, Senin pagi.

Kepergian mantan tandem di lini belakang Pelita Solo itu cukup mengejutkan Eko. Sepekan lalu, Leo yang menjabat Asisten Pelatih Sulut United masih mendampingi latihan timnya. “Leo itu lebih dari sekadar partner bermain. Dia adalah sahabat saya sejak di Pelita,” tutur Eko yang kini melatih Persis Solo saat berbincang GOAL.MY.ID, Senin.

Baca Juga: Kantongi Rp1,6 Triliun Seusai Dipecat Tottenham, Kehebatan Jose Mourinho Kian Luntur?

Penikmat sepak bola Solo era 1990-an sampai awal 2000 tentu tak asing dengan sosok Leo Soputan. Lelaki kelahiran Manado, 18 April 1976, adalah bagian dari “the dream team” Pelita Solo ketika bermarkas di Stadion Manahan medio 2000-2002.

Saat itu Leo yang masih berusia 24 tahun sudah bersaing dengan stoper berpengalaman yang dimiliki Pelita seperti Eko, Aples Gideon Tecuari hingga Olinga Atangana. Leo selalu dapat menjawab kepercayaan Pelatih Yusack Sutanto ketika diberi kesempatan bermain.

“Secara personal, dia adalah figur yang baik dan tekun beribadah. Semoga amalnya diterima di sisi-Nya,” tutur Eko.

Baca Juga: Lini Depan Penuh Sesak, Saatnya Persis Solo Benahi Pertahanan

Duka Mendalam

Alumnus Pelita Solo lain seperti Indriyanto “Nunung” Nugroho dan Haryanto “Tommy” Prasetyo pun menyampaikan duka mendalam untuk Leo yang meninggal dunia tepat sehari setelah merayakan ulang tahun ke-44, Minggu (18/4/2021).

“Deep condolences. Selamat jalan kawan, tenang bersama Bapa di surga,” tulis Nunung lewat akun Instagram-nya. Tommy yang kini menjabat Asisten Pelatih Persis juga menyampaikan belasungkawa via Instagram. “RIP Coach Leo Soputan,” ujar Tommy sambil mengunggah fotonya bersama almarhum saat menjalani kursus kepelatihan.

Baca Juga: Persis Solo Coret Dua Bek Senior

Selain dikenal tanpa kompromi, Leo adalah sosok yang setia pada Kota Solo. Dia memutuskan tetap berada di Kota Bengawan saat Pelita memutuskan hijrah ke Cilegon musim 2002. Leo kemudian membela Persijatim Solo FC dan menjadi kapten di klub pindahan dari Jakarta.

Di Solo FC, Leo menjadi stoper utama berduet dengan calon bek Timnas, Maman Abdurrahman. Penampilan apik Leo membuat Persita Tangerang memboyongnya dan jadi salah satu legenda bersama pemain lain seperti Ilham Jayakesuma.

Sebelum gantung sepatu bersama Persikota Tangerang pada 2012, Leo sempat membela klub asal Sulawesi Utara yakni Persibom Bolaang Mongondow di Divisi Utama. Selamat jalan Leo Soputan!




GOAL.MY.ID

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.