5 Pesepakbola Kelas Dunia Yang Tidak Pernah Dipanggil Tim Nasional – Berita Bola Terbaru, Prediksi Skor

  • Whatsapp


Setiap pemain sepak bola bercita-cita ingin mewakili negaranya di beberapa turnamen terbesar seperti Piala Dunia, Euro atau Copa America.

Namun, kebetulan meskipun menjalani karir klub yang cukup sukses, caps internasional tetap sulit dipahami bagi beberapa pemain.

Di GOAL.MY.ID jumlah pemain saat ini, Aymeric Laporte dari Manchester City adalah salah satu pemain yang penampilannya memesona di level klub namun belum menghasilkan penampilan internasional.

Pemain berusia 26 tahun itu dapat menganggap dirinya tidak beruntung, karena Perancis memiliki kualitas di setiap area lapangan. Namun akhirnya dia pindah kewarganegaraan ke Spanyol dan bisa tersedia untuk Euro mendatang.

Tetapi bukan hanya dia, ada pemain top lainnya yang tidak pernah mendapat kesempatan untuk mewakili tim nasional. Berikut adlaah 5 diantaranya:

Paolo Cannavaro (Italia)

Mungkin lebih dikenal sebagai kapten Italia pemenang Piala Dunia 2006, saudara laki-laki Fabio Cannavaro yaitu Paolo Cannavaro adalah pemain yang cukup bagus.

Seorang bek tengah, seperti kakak laki-lakinya Fabio, Paolo Cannavaro memiliki karir di level klub hampir dua dekade, di mana dia cukup lama berseragam Napoli.

Paolo Cannavaro, pemenang Coppa Italia dua kali bersama Napoli, terkenal karena kehebatan di udara, kemampuan teknis dan keserbagunaannya. Pria 39 tahun itu memainkan beberapa pertandingan level junior untuk Italia selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah tampil untuk tim utama Azzurri.

Di akhir tugas keduanya bersama Napoli pada 2014, Cannavaro berkata: “Apakah saya memiliki penyesalan atau kepahitan? Tidak, tidak ada yang seperti itu.”

Steve Bruce (Inggris)

Steve Bruce adalah salah satu bek yang paling produktif dalam mencetak gol di klub sepak bola Inggris. Dia juga di GOAL.MY.ID rekrutan paling bagus Sir Alex Ferguson di Manchester United.

Bruce memainkan peran penting dalam kesuksesan Manchester United di awal 90-an, di mana mereka memenangkan tiga gelar EPL, tiga gelar Piala FA dan satu Winners Europa Cup, di GOAL.MY.ID penghargaan domestik dan kontinental lainnya.

Bruce, yang mencetak 51 gol dalam lebih dari 400 penampilan untuk klub, mencetak dua gol melawan Sheffield Wednesday yang mengubah perburuan gelar 1992-93 yang menguntungkan Manchester United.

Terlepas dari kesuksesannya di level klub, manajer Newcastle United saat ini tidak pernah bermain untuk The Three Lions, dengan penampilan timnas Inggris B pada tahun 1987 menjadi yang terdekat dalam mewakili negaranya dalam sepak bola internasional.

Stefan Klos (Jerman)

Selama masa gemilang bersama Borussia Dortmund, Stefan Klos mencatatkan 114 clean sheet dalam lebih dari 300 penampilan untuk klub.

Menjadi pemenang Bundesliga dua kali, Klos menjadi starter untuk Dortmund dalam kemenangan 3-1 atas Juventus di final Liga Champions 1997.

Pria 49 tahun itu kemudian pindah ke raksasa Skotlandia Rangers, di mana ia memenangkan 10 gelar, termasuk empat gelar Liga Skotlandia. Terlepas dari resume klubnya yang gemerlap, Klos tidak pernah membuat penampilan internasional untuk timnas Jerman.

Itu karena Klos tidak beruntung bermain di era tiga kiper terbaik Jerman yaitu Bodo Illgner (yang memenangkan Piala Dunia 1990), Andreas Koepke (yang memainkan peran kunci dalam kemenangan Euro 1996) dan Olivier Kahn yang selalu jadi pilihan utama.

Maxi Lopez (Argentina)

Pemenang dua kali La Liga dan Liga Champions bersama Barcelona, ​​Maxi Lopez memiliki resume klub yang bagus. Namun, striker Argentina itu tidak pernah berhasil masuk ke tim Albiceleste yang memiliki para pemain seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain dan Carlos Tevez.

Pria 36 tahun, yang saat ini bermain untuk tim Serie C Sambenedettese, berada dalam beberapa tahun terakhir karir klubnya dan kemungkinan tidak akan tampil untuk Argentina sebelum dia gantung sepatu.

Bakatnya tidak pernah diragukan, tetapi ketidakkonsistenan sering menjadi kutukan, alasan mengapa dia tidak pernah mendapat caps internasional.

Gabi (Spanyol)

Legenda Atletico Madrid, Gabi, seperti rekan senegaranya Mikel Arteta, menikmati karir di level klub yang luar biasa tetapi tidak pernah memainkan pertandingan internasional untuk timnas Spanyol.

Gelandang bertahan itu diperkirakan kehilangan tempat di timnas Spanyol saat kompetisi Euro.

Setelah mengangkat gelar La Liga bersama Atletico Madrid dan kehilangan Liga Champions enam tahun kemudian, Gabi pantas mendapat tempat di timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2014. Namun itu tidak terjadi, karena sepak bola internasional tetap sulit dipahami oleh pemain berusia 37 tahun itu.

Berkat prestasinya, Gabi menemukan tempat di tim terbaik La Liga dan Liga Champions bahkan ketika Spanyol tersingkir dari penyisihan grup di Piala Dunia 2014.





GOAL.MY.ID

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *