3 Fakta Arif Satria, Bek Kurang Populer yang Jadi Langganan Shin Tae-yong | GOAL.MY.ID

  • Whatsapp



Mungkin bagi sebagian orang jika mendengar nama Arif Satria harus berpikir keras untuk mengingatnya. Pasalnya, ia memang kurang populer. Eits ingat, hanya kurang populer bukan berarti tidak berkualitas.

Bacaan Lainnya

Faktanya, kualitas pemain kelahiran Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada 17 September 1995, itu diakui oleh Shin Tae-yong. Dirinya bisa dibilang rutin menghuni timnas (senior).

Terbaru, namanya masuk daftar panggil yang ikut menyusul ke pemusatan latihan (TC) di Dubai, Uni Emirate Arab, sebagai persiapan menuju tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022. Di beberapa agenda TC sebelumnya pun dirinya masuk dalam daftar panggil bersama rekan setimnya di Persebaya, seperti Koko Ari, Rachmat Irianto, dan Rizky Ridho.

Shin Tae-yong kesemsem kepada Arif setelah melihat penampilannya di turnamen pramusim Liga 1 2020. Setelah itu, namanya nyaris tak pernah absen di timnas.

Lantas, apa saja fakta lain terkait Arif Satria? Berikut Bolalob sajikan:

1. Ikut Seleksi Terbuka Persela

Sebelum akhirnya menjadi andalan Persela di Liga 1 2018 dan 2019, Arif Satria mengawali perjuangannya di tim berjulukan Laskar Joko Tingkir itu dengan status pemain seleksi. Lebih tepatnya, ia mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian tes alias bukan rekomendasi tim pelatih.

Padahal, sebelumnya ia hanya mengorbit di Liga 3, yaitu bersama Persis Solo Gotong Royong dan PSP padang.

2. Sempat Jadi Kapten Termuda di Liga 1 2019

Setelah berseragam Persela, kinerjanya di lapangan membuat tim pelatih ketergantungan terhadap dirinya. Buktinya, ia tampil di 32 laga musim 2018 dan 24 partai di Liga 1 2019.

Bahkan pada awal musim 2019, dirinya diplot sebagai kapten. Kala itu, ia menjadi kapten termuda di GOAL.MY.ID kontestan Liga 1 lainnya, yaitu masih berusia 23 tahun.

3. Berlabel Sarjana Olahraga di Uniersitas Negeri Padang

Arif Satria menjadi salah satu deretan pesepak bola Tanah Air yang mengenyam pendidik hingga menjadi sarjana. Ia meruapakan lulusan jurusan Olahraga di Universitas Negeri Padang. Ia merupakan angkatan 2013.

Menurut Arif, banyak keuntungan yang ia dapat karena pernah menimba ilmu di perkuliahan olahraga.

“Sebagai pemain bola saya jadi lebih paham terkait hal-hal di luar lapangan, seperti soal gizi, fisik, dan ilmu-ilmu yang menunjang untuk konsisten jadi seorang atlet,” katanya kepada Bolalob beberapa waktu lalu.

Berita Terkait



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *