Perlakuan Pemain Man United Terhadap Medali Liga Eropa Dikecam Keras

  • Whatsapp
Libero.id


“Man United hanya ada di peringkat kedua setelah takluk dari Villarreal. Dihujat banyak orang.”

GOAL.MY.ID – Ada kalanya optimisme justru membuat kita terpukul sedemikian rupa. Alih-alih mendapat sesuatu yang diharapkan, optimistime tak jarang berakhir pahit. Inginnya menang tapi hasil akhir berkata sebaliknya. Dengan kata lain, kalau terlalu optimis, rasa sakit yang didapat biasanya berkali lipat.

Itulah yang menimpa Manchester United. Mereka sangat terpukul setelah kalah dari Villarreal melalui babak adu penalti di partai final Liga Europa.

Di atas kertas United memang patut jumawa. Lawan mereka hanya klub papan tengah La Liga, dan kita tahu, Liga Premier jauh lebih kompetitif ketimbang kasta tertinggi sepak bola Spanyol itu.

Pikiran semacam itu, juga terlontar dari legenda United Paul Scholes. Beberapa hari sebelum laga bergulir, Ia dengan enteng berucap, ” Manchester United akan berhadapan dengan Villareal, klub peringkat ke-7 di kompetisi seburuk La Liga. Coba pikirkan bagaimana Real Madrid dan Barcelona bermain buruk musim ini? Manchester United seharusnya bisa menang tanpa ada kesulitan.”

Namun setelah United dikalahkan di Gdansk, reaksi dari para pemain United seperti Bruno Fernandes dan Marcus Rashford seolah mempertegas kalimat di awal tulisan ini dengan sangat jelas.

Tak ada yang meragukan, bahwa para pemain United sangat ingin memenangkan final itu, tapi nasib baik belum berpihak.

Tak ada piala dan tak ada medali emas, hanya ada medali perak untuk juara kedua. Dan ketika sesi penyerahan medali, terlihat dengan sangat jelas, beberapa pemain United mencopot medali yang baru saja dikalungkan.

Para pemain United ini bukanlah pemain pertama yang menunjukkan ketidakpedulian terhadap medali runner-up, para pemain dari klub lain adakalanya bereaksi hal yang sama ketika berada di situasi semacam itu, tetapi apakah aksi tersebut juga dapat dibenarkan?

Anda dapat menonton cuplikannya itu, di bawah ini:

Para pemain United, diantaranya seperti Paul Pogba, Scott McTominay, Luke Shaw dan Mason Greenwood mengambil medali dari leher, menaruhnya di tangan, segera setelah mereka menerimanya.

Di mata sebagian penggemar sepak bola di media sosial alias warganet, tentu hal itu adalah tindakan tidak sopan dan tentu saja beberapa diantara warganet bereaksi tak suka di Twitter.

Cuitan Warganet

Meskipun kritik tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan, akan ada banyak penggemar United yang terdorong oleh reaksi para pemain.

Mereka pasti tidak ingin melihat klub kesayangan terlihat puas setelah menerima medali runner-up. Tetapi paling tidak, pemain United masih bisa bangga dengan perjalanan dan perjuangan mereka hingga mencapai final.

Di sisi lain, ini juga tentang keteladanan. Bukankah hal semacam itu merupakan contoh buruk yang diberikan kepada pemain yang lebih muda dan calon pesepakbola?

Balik lagi, mencapai final turnamen mana pun masih merupakan prestasi yang patut dibanggakan dan meskipun para pemain United sebagian besar akan merasakan penyesalan dan kesedihan ketika mereka mengingat kembali final Liga Europa 2020-21, perjalanan ke Gdansk masih mengandung beberapa momen yang luar biasa.

Kemenangan atas AC Milan di babak 16 besar, mengalahkan Granada di perempat final dan mengalahkan AS Roma 8-5 secara agregat di semifinal merupakan malam-malam yang fantastis bagi Ole Gunnar Solskjaer, para pemainnya, dan para penggemar klub.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *