Kisah Tekel Krusial Mascherano ke Robben yang Malah Bikin Dia Cedera Parah

  • Whatsapp
Sevilla


“Tekel krusial yang terjadi di menit ke-90. Argentina akhirnya menang.”

GOAL.MY.ID – Selama 17 tahun berkarir sebagai pesepakbola, Javier Mascherano dikenal sebagai pemain ‘pekerja keras’ dan pesepakbola kelas dunia.

Tiga tahun di Liverpool, pria Argentina itu adalah salah satu gelandang bertahan terbaik di dalam dunia sepak bola. Pada tahun 2010, ia memilih bergabung bersama Barcelona, dan selama waktunya di Camp Nou, Mascherano diminta untuk bermain sebagai bek tengah dan dalam waktu singkat, ia segera menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia.

Ketika berbicara tentang sisi pragmatis olahraga, beberapa pemain dalam sejarah dapat mengklaim lebih unggul dari pemain berusia 36 tahun itu. Tapi, Mascherano adalah master defensif, ia adalah pemain yang rutin menggagalkan strategi ofensif lawan, baik dilevel klub maupun negara.

Selama membela timnas Argentina, Mascherano tampil baik serta impresif, terhitung, Mascherano telah membuat 147 penampilan untuk negara Amerika Selatan itu. Ia adalah pemain penting saat timnas Tango menembus babak final Piala Dunia 2014, dan saat di semifinal, Messi cs dan kawan-kawan bertemu dengan Belanda, saat itu Mascherano menunjukan salah satu tekel terbaiknya untuk menjaga skor tetap 0-0.

Pada menit ke-90 permainan, Mascherano sukses menghentikan tembakan berbahaya seorang Arjen Robben di dalam area penalti dengan tekel yang bersih. Namun tekel tersebut harus dibayar mahal oleh pria Argentina usai dirinya harus mengalami cedera.

“Saya pikir saya telah terpeleset, saya pikir saya tidak akan berhasil, tetapi saya merobek anus saya saat bergerak, rasa sakit … itu mengerikan,” ujar  Mascherano kepada Independent.

“Saya nekat saja. Saya bisa saja dikeluarkan dari lapangan. Itu bisa saja penalti tapi siapa pun bisa melakukannya, saya beruntung bisa melakukannya bersih.”

Meski harus dibayar mahal, tapi setidaknya Mascherano dapat sedikit bergembira dengan fakta bahwa tekelnya yang brilian itu membantu timnas Argentina ke final Piala Dunia 2014, dimana La Albiceleste memenangkan pertandingan melawan anak asuh Louis van Gaal dalam drama adu penalti.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *