Momen N’Golo Kante, Pemain Bola Paling Rendah Hati di Muka Bumi

  • Whatsapp
Manchester City


“Saat nyaris semua pemain Chelsea mencium trofi Liga Champions, yang dilakukan Kante membuat fans Chelsea tertawa terbahak.”

GOAL.MY.ID – Apa lagi yang bisa dikatakan tentang gelandang Chelsea N’Golo Kante yang luar biasa?

Pemain Prancis yang tak kenal lelah menunjukkan penampilan Man of the Match saat The Blues mengalahkan Manchester City di final Liga Champions pada Sabtu malam atau Minggu dinihari.

Banyak penggemar sepak bola sekarang meminta Kante untuk memenangkan penghargaan Ballon d’Or 2021 setelah Chelsea mengangkat Piala Eropa untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.

Yang menarik dari Kante adalah saat rekan-rekannya mencium trofi Liga Champions, Kante lewat begitu saja dengan hanya menyentuhnya lewat dua tangan sambil tersenyum.

Kai Havertz mencetak satu-satunya gol di final tetapi Kante yang mencuri perhatian.

Pemain berusia 30 tahun itu ada di mana-mana selama 90 menit dan benar-benar pantas menerima medali juara Liga Champions di penghujung malam.

Gol tunggal yang dicetak Kai Havertz mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Champions 2020/21 pada partai final di Stadion Dragao, Porto, Portugal.

Gol itu dicetak Havertz tiga menit jelang turun minum dan mampu dipertahankan hingga bubaran demi menambah koleksi trofi Liga Champions di kabinet mereka menjadi dua buah.

Trofi itu jadi raihan pertama bagi Thomas Tuchel yang lima bulan lebih menangani Chelsea.

Tuchel juga melanjutkan tren pelatih-pelatih Jerman menjuarai Liga Champions dalam tiga musim terakhir, setelah Juergen Klopp membawa Liverpool juara pada 2019 dan Hansi Flick bersama Bayern Muenchen tahun lalu.

Pep Guardiola mengambil keputusan mengejutkan dengan meninggalkan Fernandinho di bangku cadangan, membuat lini tengah City tidak dihuni satu pun gelandang bertahan pemecah serangan.

Kendati demikian susunan pemain ultra-ofensif dengan kehadiran Phil Foden dan Bernardo Silva di lini tengah mengapit Ilkay Gundogan, membuat City tampak lebih agresif melancarkan serangan.

Sayangnya, serangan itu tampak tumpul lantaran City bermain tanpa penyerang murni dan menempatkan Kevin de Bruyne di posisi penyerang tengah.

City lebih dulu mengancam lewat umpan jauh kiper Ederson Moraes, tetapi ruang tembak Raheem Sterling bisa ditutup oleh penjaga gawang Chelsea Edouard Mendy.

Pada menit ke-27, City melancarkan serangan cepat yang nyaris berbuah gol jika saja Antonio Ruediger tidak sigap menjegal bola yang berusaha diselesaikan Foden di muka gawang Chelsea. Lantas tiga menit berselang, serangan City kembali tak berbuah ketika umpan tarik Kyle Walker gagal ditemui Riyad Mahrez.

Chelsea harus kehilangan Thiago Silva sejak menit ke-39 yang harus meninggalkan lapangan lebih awal karena cedera, tetapi Tuchel mempertahankan formasi tiga bek tengah dengan memasukkan Andreas Christensen.

Kebuntuan pecah tiga menit kemudian, ketika Havertz berdiri relatif jauh dari kawalan Olexandr Zinchenko sehingga dikirimi umpan terobosan oleh Mount. Bola dikejar Havertz, dibawa melewati hadangan Ederson yang keluar sarangnya sebelum dilesakkan ke gawang yang sudah tak bertuan demi membuka keunggulan Chelsea 1-0.

Itu merupakan gol perdana Havertz di Liga Champions sepanjang kariernya.

Di babak kedua, City berusaha menggempur pertahanan Chelsea dengan berbagai cara. Termasuk memasukkan Gabriel Jesus, Fernandinho, maupun Sergio Aguero namun tetap gagal memasukkan gol.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *