Kisah Leon McKenzie, Pemain Bola yang Alih Profesi Jadi Petinju Pro

  • Whatsapp
Manchester City


“McKenzie memulai karier sepakbola bersama Crystal Palace. Kenapa dia memilih jadi petinju.”

GOAL.MY.ID – Pemain sepakbola menjadi pelatih atau pengurus klub adalah hal umum dan sering terjadi. Begitu pula dengan pengusaha, pekerja kantoran, atau pegawai negeri sipil. Tapi, pesepakbola yang beralih profesi menjadi petinju profesional sangat jarang terjadi. Salah satunya, Leon McKenzie.

McKenzie memulai karier sepakbola bersama Crystal Palace. Dia melakukan debut selama musim 1995/1996. Pada 1997, dia dipinjamkan ke Fulham dan pada 1998 ke Peterborough United. Di sana, dia mencetak 9 gol dalam 15 pertandingan.

Pada 2000, McKenzie bergabung dengan Peterborough secara permanen dengan bayaran 25.000 pounds dan mencetak 49 gol dalam 103 pertandingan. Kemudian, dia bergabung dengan Norwich City pada Desember 2003 dengan bayaran 325.000 pounds.

McKenzie langsung mencetak dua gol pada debut untuk membantu Norwich mengalahkan rival lokal, Ipswich Town, di Portman Road dan naik ke puncak Divisi I (Championship Division). Golnya memberikan kontribusi yang signifikan untuk promosi Norwich ke Liga Premier sebagai juara Divisi I di akhir musim 2003/2004.

Dalam setahun, dia telah berubah dari Divisi II menjadi pemain Liga Premier. McKenzie membantu Norwich untuk bersaing menghindari turun kasta, meski mereka terdegradasi pada hari terakhir musim tersebut.

Sayangnya pada musim 2005/2006, karier McKenzie terganggu oleh cedera dan kesulitan pribadi seputar perpisahan pernikahannya. Pada awal musim 2006/2007, dia menyerahkan permintaan transfer kepada Nigel Worthington. Meski Worthington menolak permintaan McKenzie, dia kemudian mengkonfirmasi bahwa McKenzie akan dijual jika klub menerima tawaran yang sesuai.

McKenzie ditransfer Coventry City pada hari terakhir transfer Agustus 2006 dengan harga awal 600.000 pounds, yang tergantung pada penampilan dan promosi, serta bisa naik menjadi 1 juta pounds.

Pada 1 September 2009 dipastikan bahwa dia telah menandatangani kontrak dengan Charlton Athletic. Dia mencetak gol pertama dan satu-satunya untuk Charlton melawan Southampton di Football League Trophy pada 11 November 2009.

Dia adalah salah satu dari enam pemain yang akan dilepas oleh Charlton Athletic setelah akhir musim 2009/2010. Pada 8 September 2010 dipastikan dia telah menandatangani kontrak dengan Northampton Town hingga akhir musim 2010/2011.

McKenzie tampil dalam pertandingan persahabatan untuk Luton Town melawan Bedford Town sebelum musim 2011/2012. Pada 15 Desember 2011 McKenzie mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola profesional. Dia memainkan pertandingan terakhirnya pada 17 Desember 2011.

Setelah itu, McKenzie membuat sebuah single musik. Tapi, pada Juli 2012, McKenzie keluar dari masa pensiunnya untuk menandatangani kontrak dengan Corby Town di Conference North. Sayangnya pada 1 Januari 2013, dia benar-benar memainkan pertandingan sepakbola terakhirnya untuk Corby Town.

Meski sempat bermain di Liga Premier, sepakbola ternyata tidak membuat McKenzie bahagia. Dia justru menemukan passion di olahraga lain, yaitu tinju.

Ketertarikan McKenzie pada tinju bukan datang dari langit. Sebab, dia adalah putra mantan juara tinju level Inggris dan Eropa, Clinton McKenzie. Dia juga keponakan dari tiga kali juara tinju dunia, Duke McKenzie.

McKenzie mengaku berjuang melawan depresi. Dia dipenjara selama enam bulan pada tanggal 21 Februari 2012 karena berusaha menghindari percepatan hukuman. Pada Desember 2011 McKenzie mengakui bahwa dia telah mencoba untuk bunuh diri saat menjadi pemain bersama Charlton. McKenzie telah menjadi pembicara dan duta untuk kesehatan mental.

Untuk melepaskan diri dari masalah-masalah itu, McKenzie lebih senang pergi ke gym daripada lapangan. Dia berlatih sungguh-sungguh dan akhirnya mendapatkan kesempatan melakukan debut tinju pada 29 Juni 2013 melawan John Mason di York Hall, Bethnal Green, di London. Pertarungan dihentikan di babak kedua dengan McKenzie meraih kemenangan TKO.

Pada 14 Maret 2015 McKenzie memenangkan gelar pertamanya dengan mengalahkan Ivan Stupalo di York Hall untuk memenangkan sabuk Master Internasional, yang membuatnya menjadi penantang wajib untuk gelar wilayah Selatan.

Pada 17 Oktober 2015 McKenzie mengalahkan John McCallum yang sebelumnya tidak terkalahkan di York Hall. Kontes itu dihentikan pada akhir ronde keenam setelah McCallum ditarik keluar dari sudutnya setelah menderita mata kiri yang rusak parah. Hal ini membuat McKenzie semakin dekat dengan gelar kelas Menengah Super Inggris.

Pada 12 November 2016, McKenzie bertarung dengan Jahmaine Smyle di York Hall untuk memperebutkan gelar kelas Menengah Super Inggris. Tapi, dia kalah untuk pertama kali dalam kariernya.

Setelah menjalani sejumlah pertandingan tinju selama sekitar empat tahun, pada 10 September 2017, McKenzie pensiun. Usianya saat itu 39 tahun. Dia mengatakan dia berharap untuk mengubah masalah kesehatan mental dan menginspirasi dengan cara lain untuk membantu orang.

Rekor McKenzie di area tinju adalah 8 menang (3 KO, 4 keputusan wasit, 1 mundur), 2 kalah, dan 1 imbang. Sementara di sepakbola, karier McKenzie berakhir dengan 393 pertandingan dan 115 gol.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *