N’Golo Kante: Pemain Paling Penting Chelsea Saat Ini

  • Whatsapp
Manchester City


“Yang pasti Roman Abramovich sangat beruntung memiliki Kante.”

GOAL.MY.ID – Final Liga Champions musim 2020/21 akan dikenang sebagai malam ketika Manchester City dengan para gelandangnya yang berkualitas takluk dari Chelsea. Kehadiran N’Golo Kante lah yang menjadi nilai lebih malam itu, satu gelandang dengan paket komplit yang tampil luar biasa.  

Ada momen selama pertandingan yang digelar di Estadio do Dragao itu dimana Kante menarik napas panjang. Sebuah penggambaran bahwa ia adalah pemain yang bekerja keras secara lebih untuk memastikan Chelsea menang.

Dalam final ke-26 kompetisi paling elit di benua Eropa tersebut, Riyad Mahrez sempat melakukan gerakan tipuan di tepi area pertahanan Chelsea, namun Kante dengan segera mengambil bola secara bersih, intersepsi yang sangat baik dan itu lah sosok Kante yang kita kenal, pesepakbola yang sangat bersih dalam bermain, dan di pertandingan penting The Blues, tidak ada pertandingan tanpa ada peran Kante yang menonjol.

Kesuksesan Chelsea meraih gelar Liga Champions kedua mereka ditandai dengan perbaikan permainan tim. Thomas Tuchel yang belum lama bergabung dengan The Blues langsung dapat membawa Jorginho dan kawan-kawan mengalahkan Los Blancos, sang juara 13 kali Liga Champions dan itu semua melalui peran penting Kante.

Pemain jebolan Boulogne itu telah menjadi pemain reguler tim sejak masuk babak sistem gugur, pemain yang berdedikasi tinggi dan jenderal lapangan tengah sesungguhnya.

Sebelum laga final, semua berbicara soal proyek besar Manchester City untuk menjuarai ‘Piala Berkuping Besar’ itu atau pun Chelsea yang memperkerjakan banyak manajer serta penimbunan pemain berbakat, namun tidak ada yang berbicara soal N’Golo Kante.

Sudah enam tahun sejak Kante pindah dari Prancis ke Liga Premier, pemain kelahiran Paris itu telah mencatatkan sejumlah catatan statistik yang luar biasa, bahkan saat masih di  Leicester. Jumlah tekel, turnover dan kemampuan lainya sebagai gelandang benar-benar impresif.  

Di usia 30 tahun, Kante telah mendapatkan empat penghargaan prestisius di bawah empat manejer Chelsea, dua di antaranya adalah satu penghargaan pemain terbaik tahun ini dan satu Piala Dunia.

Sejak Tuchel mengambil alih, Kante hanya bermain dalam dua kekalahan, final Piala FA dan pertandingan leg kedua melawan Porto. Kante tidak mencetak gol ataupun memberikan assist untuk Chelsea di ajang Liga Champions musim ini, namun ia tetap dianggap sebagai pemain terpenting dalam timnya, dan itu selalu terjadi, entah saat juara dunia bersama timnas Prancis ataupun saat bermain untuk Chelsea.

Dalam pertandingan yang dihadiri oleh 14,110 ribu penonton itu, pria Prancis sukses memenangkan semua tekelnya, membuat dua intersepsi, tiga clearance, empat sundulan. Lebih dari itu, kita semua bisa melihat bagaimana Kante mengatur waktu untuk melakukan intersepsi, cara ia menjaga bola agar pertahanannya terbentuk kembali di belakangnya, atau melepaskannya dengan cepat untuk melakukan serangan balik tim. Hal impresif lain yang dilakukan Kante adalah membuat pemain yang dekat dengannya menjadi lebih baik. Kante tidak terlalu banyak menutupi Reece James selama pertandungan di Porto, dan James dengan brilian bisa mengawal Raheem Sterling dengan baik.

Mason Mount memberikan umpan bagus untuk satu-satunya gol dalam pertandingan final tersebut dan seperti halnya Kante, yang bergerak secara cerdas sebagai gelandang bertahan tim. Dengan Kante dan Mount yang bekerja sangat impresif di posisinya masing-masing, Chelsea menjadi tim yang sangat berbahaya dan mampu memberi terus tekanan kepada Aguero dan kawan-kawan.

Untuk Tuchel, sekarang ia memiliki tugas berat untuk membuat timnya menjadi lebih solid lagi dengan ada atau tidak pemain baru guna mengarungi kompetisi musim 2021/22 yang sangat padat. Tapi agaknya Tuchel tak perlu banyak khawatir karena ia telah memiliki pemain yang sangat bisa diandalkan dan itu ada pada diri Kante, pemain paling penting Chelsea saat ini serta merupakan ‘hadiah’ yang tidak pernah disangka oleh manajemen The Blues.

Berawal dari pemain yang hanya memainkan 40 pertandingan untuk Leicester, kini berubah menjadi sosok yang sangat disegani di Chelsea, bukan hanya di Stamford Bridge, namun juga di level negara dan yang pasti Roman Abramovich sangat beruntung memiliki Kante.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *