5 Fakta Nurhidayat, Pemain yang Dipulangkan Shin Tae-yong karena Indisipliner

  • Whatsapp
Manchester City


“Saat ulang tahun jadian yang ke-6 bulan, ya bulan, bukan tahun, dia membelikan pacarnya mobil mewah.”

GOAL.MY.ID – Ketegasan Shin Tae-yong di tim nasional Indonesia kembali memakan korban. Nakhoda asal Korea Selatan itu terpaksa memulangkan Nurhidayat Haji Haris dari pemusatan latihan di Dubai jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Alasannya, indisipliner!

Tidak dijelaskan indisipliner seperti apa yang membuat Tae-yong marah besar. Tapi, kemungkinan besar apa yang dilakukan Nurhidayat tidak sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan manajemen timnas. Apalagi, pengusiran pemain juga pernah dilakukan Tae-yong saat melatih timnas U-19 beberapa waktu lalu.

“Pelatih Shin Tae-yong melaporkan kepada kami bahwa Nurhidayat telah melakukan indisipliner dan dirinya sudah tidak berkenan karena sikap pemain tersebut. Untuk itu, Tae-yong juga langsung memulangkan Nurhidayat ke Indonesia pada Selasa (1 Juni 2021),” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi, di situ resmi PSSI.

“PSSI tentu mendukung apa yang dilakukan pelatih karena pemain yang melakukan tindakan indisipliner atau tidak baik tentu tidak ada tempat di timnas. Jadi, setiap pemain harus terus menunjukkan sikap yang baik, disiplin, dan kerja keras,” tambah Yunus.

Nurhidayat sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, pada Selasa (1 Juni 2021) sore. Pemain belakang PSM Makassar tersebut langsung menjalani karantina mandiri selama lima hari di sebuah hotel di Jakarta.

Saat ini skuad Garuda sudah memasuki pekan ketiga berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dalam waktu dekat akan melawan Thailand (3 Juni 2021) di Al Maktoum Stadium, Dubai. Selanjutnya, 7 Juni 2021 melawan Vietnam di stadion yang sama. Terakhir, melawan UEA, 11 Juni 2021, di Zabeel Stadium.

Meski menjadi pengalaman pertama dipulangkan timnas, sejarah mencatat sepak terjang Nurhidayat di sepakbola Indonesia memang kontroversial. Ada sejumlah momen yang membuat pemuda kelahiran Makassar, 5 April 1999, tersebut jadi perhatian publik.

Berikut ini 5 fakta unik tentang pemain yang ikut mendapatkan medali perak SEA Games 2019 tersebut:

1. Jebolan Toulon Tournament 2017

Pada 31 Mei 2017, Nurhidayat memulai debut untuk timnas U-19 dalam pertandingan melawan Brasil U-20 pada Toulon Tournament 2017 di Prancis. Duel dimenangkan Brasil 1-0 lewat gol semata wayang Gabriel Novaes.

Kemudian, Nurhidayat menjadi kapten timnas U-19 di Piala AFC U-19 2018. Indonesia berhasil lolos dari fase grup. Tapi, kemudian kandas di perempat final dari Jepang. Sejumlah anggota skuad juga masih aktif hingga sekarang seperti Witan Sulaiman, Egy Maulana Vikri, Firza Andika, hingga Muhammad Riyandi.

2. Menghabiskan karier klub di Bhayangkara dan PSM

Berasal dari tim PON Sulawesi Selatan, Nurhidayat kemudian bergabung dengan PSM pada 2017. Dia sempat bermain di Liga 1 2017. Tapi, pada akhir musim, dia memutuskan pindah ke Bhayangkara FC.

Nurhidayat menandatangani kontrak dua musim dengan Bhayangkara, yang saat itu berstatus juara Liga 1 2017. Nurhidayat memulai debutnya untuk tim binaan polisi ini pada 23 Maret 2018 di laga perdana Liga 1 2018. Dia adalah pemain reguler untuk klub dalam dua musim di sana sebelum memutuskan kembali ke PSM pada 2021.

3. Bikin sensasi kado pacarnya mobil mewah

Sempat tenggelam di lapangan, Nurhidayat tiba-tiba membuat sensasi di dunia maya. Saat itu, dia memberi kado pacarnya, Sara Ahmad, sebuah mobil mewah berjenis Mini Cooper Cabrio.

Tidak ada yang salah dengan pemberian kado tersebut. Sebab, sebagai pemain sepakbola profesional, Nurhidayat memiliki penghasilan yang cukup menggiurkan. Apalagi, dia mengaku memiliki penghasilan lain dari bisnis yang tidak pernah mau disebutkan kepada publik secara jelas.

Masalahnya justru pada motif pemberian kado itu. Pasalnya, itu bukan kado pernikahan. Bukan pula mas kawin untuk pernikahan. Itu hanya kado untuk perayaan “jadian” mereka yang keenam bulan! “Happy 6 month anniversary sayang, semoga kamu suka sama kadonya @saraaaahmad,” tulis @nurhidayatnh32.

Tentu saja, apa yang dilakukan Nurhidayat viral di media sosial. Pro dan kontra mengiringi aksi itu. Ada yang mengaku senang dan mendukung. Tapi, banyak juga yang mengecam karena dianggap tidak masuk akal.

4. Jadi sasaran kritik setelah dipanggil pelatnas timnas senior

Meski PSM tampil mengejutkan selama Piala Menpora 2021, pemanggilan Nurhidayat ke pelatnas timnas senior untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022 justru menuai kritik pedas suporter. Pasalnya, dia sama sekali tidak terlibat dalam semua pertandingan Juku Eja, baik bermain atau duduk di bench.

Akibatnya, kecaman terhadap pemanggilan Hidayat bermunculan. Apalagi, pada saat yang sama, Saddil Ramdani, yang bermain bagus bersama Sabah di Malaysia, tidak dipanggil PSSI untuk terbang ke Dubai.

5. Masuk line-up lawan Oman sebelum dicoret Shin Tae-yong

Sebelum dipulangkan dari Dubai, Nurhidayat sempat diberi kesempatan untuk kebolehan di depan Tae-yong. Bahkan, saat melawan Oman, Nurhidayat berada di starting line-up. Dia berduet dengan pemain muda Persebaya Surabaya, Rizky Ridho Ramadani.

Sayang, keberadaan Nurhidayat di lapangan tidak banyak membantu. Timnas menderita 3 gol melawan Afghanistan maupun Oman. Bahkan, Tae-yong dengan jelas menyoroti lemahnya koordinasi para pemain pertahanan yang membiarkan lawan leluasa masuk kotak penalti Indonesia.

“Jujur, dari dua laga kemarin, ada timbul masalah-masalah yang terjadi, khususnya untuk bek tengah. Itu yang harus dicari solusinya. Itu juga kekhawatiran saya. Akan kami perbaiki satu per satu nanti,” ucap Tae-yong.



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *