Bagaimana Kariernya? 8 Pemain Liverpool yang Dilepas pada 2020

  • Whatsapp
England


“Ada yang cemerlang di klub baru. Tapi, beberapa lainnya masih kurang beruntung dan justru tenggelam.”

GOAL.MY.ID – Bermain untuk Liverpool adalah cita-cita bagi sebagian pemain sepakbola. Mereka akan melakukan segala usaha agar bisa merumput di Anfield. Tapi, bagaimana jika keinginan mereka terkabul, meski pada akhirnya harus pergi?

Liverpool berada di puncak setelah menjuarai Liga Premier 2019/2020, atau setelah menanti 30 tahun. Selanjutnya, Juergen Klopp mulai memangkas skuadnya. Dia mempertahankan sejumlah pemain inti yang memiliki peran bagus dan melepas pemain-pemain yang tidak berguna.

Beberapa pemain yang harus rela pergi dari Anfield pada 2020 adalah sejumlah jebolan akademi. Mereka harus mencari klub baru yang memberi garansi bermain secara reguler setiap pekan, yang tidak akan mungkin didapatkan jika bersikeras bertahan di Merseyside.

Jadi, bagaimana kabar pemain-pemain itu setelah setahun meninggalkan klub kesayangan. Berikut ini ulasan lengkapnya:

1. Andy Lonergan

Andi Lonergan merupakan mantan anggota skuad Inggris U-21 dan berposisi sebagai kiper. Tapi, keberadaan penjaga gawang sekelas Alisson Becker membuat dirinya terpaksa pergi ke Stoke City di Championship Division.

Sayang, Lonergan juga gagal. Dia hanya tampil satu kali dengan seragam The Potters, yaitu saat kekalahan di Piala Liga dari Tottenham Hotspur. Selanjutnya, dia pergi pada Januari 2021 untuk menjadi kiper cadangan di West Bromwich Albion. Sialnya, klub itu justru terdegradasi dan kontraknya berakhir. Kini, dia free agent.

2. Adam Lallana

Adam Lallana adalah bagian penting dari Liverpool setelah bergabung pada 2014. Tapi, beberapa musim terakhirnya di Anfield ditandai dengan cedera dan performa yang terus menurun.

Mantan gelandang timnas Inggris tersebut mencetak gol penyeimbang penting di Old Trafford selama musim perebutan gelar. Tapi, itu adalah gol pertamanya untuk Liverpool dalam lebih dari dua tahun.

Selanjutnya, Lallana pindah ke Brighton and Hove Albion. Tapi, keberuntungan masih belum berpihak padanya. Karier Lallana tetap tidak bersinar di Brighton. Dia sempat cedera beberapa kali, meski masih sempat mencatatkan 30 penampilan di liga sepanjang 2020/2021.

3. Nathaniel Clyne

Nathaniel Clyne nampaknya sangat cocok dijadikan contoh untuk menjadi pesepakbola yang paling dilupakan di Liga Premier. Belum lama berselang, bek sayap itu menjadi starter di tim utama Liverpool dan timnas Inggris. Tapi, penampilannya menurun drastis ketika cedera datang silih berganti.

Dia tidak tampil selama musim 2019/2020 setelah menderita cedera ligamen anterior cruciate ligament saat pramusim. Lalu, dia pergi ke Crystal Palace setelah sembuh. Dia melakukan debut saat kemenangan The Eagles melawan Fulham pada Oktober 2020.

Clyne membuat total 14 penampilan selama musim terakhir Roy Hodgson di Selhurst Park. Tapi, keberuntungan kembali Clyne setelah kontraknya tidak diperpanjang pada 30 Juni 2021 bersama 21 pemain lainnya.

4. Dejan Lovren

Dejan Lovren harus mengakhiri masa tugas enam tahunnya di Liverpool dengan kepindahan bernilai 12 juta euro (Rp206 miliar) ke Zenit Saint Petersburg. Di Rusia, Lovren telah membuat kesan yang baik. Penampilannya di jantung pertahanan berperan penting dalam mengamankan Zenit meraih gelar liga ketujuh.

Lovren juga dianugerahi posisi kapten setelah kapten sebelumnya, Artem Dzyuba, dicopot karena masalah kedisiplinan. Lovren juga membuat dua penampilan untuk Kroasia di Euro 2020.

5. Ovie Ejaria

Setelah menghabiskan musim 2019/2020 dengan status pinjaman di klub Championship Division, Reading, Ovie Ejaria melakukan perpindahan permanen ke Stadion Madjeski dengan biaya yang tidak diungkapkan.

Terlepas dari bakatnya yang tidak diragukan, gelandang serang itu terkadang membuat frustrasi para penggemar Reading dengan inkonsistensi yang ditampilkan. Jadi, setelah satu penampilan memukau melawan Queens Park Rangers (QPR),  dia justu tampil buruk di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Ejaria memiliki keterampilan menggiring bola yang luar biasa dan kontrol yang hebat. Tapi, dia hanya mencetak tiga gol dalam 33 penampilan.

6. Ki-Jana Hoever

Ki-Jana Hoever menjadi pemain muda ketiga dalam sejarah Liverpool ketika bermain melawan Wolverhampton Wanderers di putaran ketiga Piala FA pada Januari 2019. Kira-kira, 18 bulan kemudian, bek tengah itu pindah ke Molineux Stadium dengan 9 juta pounds (Rp181 miliar).

Setelah beberapa kali tampil sebagai pemain pengganti, dia melakukan debut penuh saat melawan Manchester United dan tampil bagus di Old Trafford. Tapi, pemain muda Belanda berusia 19 tahun tersebut hanya sanggup membuat 15 penampilan di semua kompetisi.

7. Rhian Brewster

Rhian Brewster tidak diragukan lagi memiliki potensi sebagai pesepakbola dengan talenta menjanjikan. Tapi, kepindahan ke Sheffield United sejauh ini justru menjadi bencana bagi dirinya sendiri.

Brewster kembali ke Liga Premier dengan harapan baru, dengan Chris Wilder menghabiskan 23,5 juta pounds (Rp473 miliar) untuk berinvestasi pada pemuda berusia 20 tahun tersebut, sekaligus untuk membuat Brewster semakin tajam dalam mencetak gol bagi klub.

Hasilnya, sangat kacau. Brewster gagal mencetak gol dan Sheffield harus menghabiskan seluruh pertandingan Liga Premier 2020/2021 di papan bawah sehingga terdegradasi di akhir musim.

8. Herbie Kane

Herbie Kane akan selalu merasa tidak mungkin untuk masuk ke starting line-up Liverpool dan akhirnya pindah ke Barnsley pada Oktober 2020. Gelandang kelahiran Bristol tersebut membuat 27 penampilan selama kampanye klubnya untuk mencapai play-off promosi.

(muhammad alkautsar/anda)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *