Kisah Luis Diaz, Orang Asli Indian Bintang Kolombia di Copa America 2021

  • Whatsapp
England


“Cetak gol indah lawan Brasil, Argentina, dan Peru. Mirip aksi Gareth Bale bersama Real Madrid.”

GOAL.MY.ID – Dua dari empat gol Luis Fernando Diaz Marulanda di Copa America 2021 diciptakan dengan cara yang sama persis. Solorun dari sayap kiri, menusuk pertahanan lawan, dan memperdayai kiper. Itu terjadi versus Argentina dan Peru. Satu lagi gol lainya, salto melawan Brasil.

Sebelum Copa America, Diaz bukan pemain Kolombia yang terkenal layaknya James Rodriguez, Radamel Falcao, atau Juan Cuadrado, meski bermain di Portugal bersama FC Porto. Tapi, setelah turnamen, bisa dipastikan popularitasnya melejit.

Diaz lahir di Barrancas, La Guajira, 13 Januari 1997. Winger berpostur 180 cm tersebut mengawali karier cukup unik. Berhubung statusnya sebagai warga asli Amerika (Indian) dari etnis Wayuu, Diaz masuk dalam skuad 22 pemain Kolombia yang tampil di Copa Americana de Pueblos Indigenas 2015. Itu adalah kompetisi untuk warga asli Amerika.

Setelah tampil mengesankan selama turnamen, Diaz mulai dilirik klub-klub profesional Kolombia. Kemudian, di bergabung dengan Atletico Junior pada 2016 setelah lulus masa percobaan, dan langsung dipinjamkan ke tim satelit, Barranquilla FC.

Diaz melakukan debut senior pada 26 April 2016, masuk sebagai pemain pengganti babak kedua dalam kekalahan kandang 1-2 melawa Deportivo Pereira di Categoria Primera B (kasta kedua kompetisi Kolombia). Lalu, gol senior pertamanya datang pada 14 Mei, saat mencetak gol melawan Cucuta Deportivo.

Berkat penampilan bagus di Barranquilla, Diaz dipanggil pulang ke Atletico Junior. Dia membuat debut di Categoria Primera A (kasta tertinggi) pada 27 Agustus 2017. Dia masuk menggantikan Matias Mier dalam kekalahan 1-2 dari Once Caldas. Lalu, mencetak gol pertamanya pada 20 September dalam kemenangan kandang 3-1 Copa Sudamericana melawan Cerro Porteno.

Diaz menjadi starter reguler selama musim 2018, dan mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi pada 4 Februari, dengan mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan kandang atas Atletico Bucaramanga. Dia juga mengemas dua gol melawan Once Caldas, Atletico Huila, dan Rionegro guilas, untuk mengakhiri musim dengan 16 gol.

Main di Portugal karena saran Falcao dan James

Berkat performa bagus di Kolombia, cara bermain Diaz dianggap mirip Gareth Bale. Mengandalkan kesepatan berlari, keberanian menusuk, dan sama-sama dominan dengan kaki kiri.  Dia juga punya keberanian belakukan gol salto, seperti yang ditunjukkan melawan Brasil.

Akibatnya, pada 10 Juli 2019, Diaz menandatangani kontrak lima tahun dengan FC Porto dari Portugal. Mereka membeli 80% hak ekonominya senilai 7 juta euro (Rp120 miliar).

Selain Porto, Zenit Saint Petersburg sebenarnya juga sangat ingin mengontraknya. Tapi, Diaz diyakinkan oleh rekan senegaranya yang mantan pemain Porto, Falcao dan James. Begitu pula pelatih Kolombia pada 2019-2020, Carlos Queiroz.

Diaz melakukan debut di Porto pada 7 Agustus dalam kemenangan 1-0 atas FC Krasnodar di leg pertama babak kualifikasi pertama Liga Champions. Dia masuk sebagai pemain pengganti menit 55 untuk Romario Bara. Dan, enam hari kemudian, dia mencetak golnya gol pertama.

Di kompetisi domestik, Diaz membuat debut Primeira Liga pada 10 Agustus dalam kekalahan 1-2 dari Gil Vicente. Dia masuk sebagai pemain pengganti. Tapi, seminggu kemudian, Diaz mencetak gol untuk melawan Vitoria Guimaraes.

Di musim pertamanya di Portugal, Diaz mencatatkan total 50 penampilan dan 14 gol saat Porto memenangkan Liga dan Taca de Portugal. Di final yang terakhir pada 1 Agustus 2020, dia dikeluarkan dari lapangan setelah 38 menit dalam kemenangan 2-1 atas Benfica di Estádio Cidade de Coimbra.

Selanjutnya, Pada 21 Oktober 2020, Diaz mencetak gol pertamanya di Liga Champions 2020/2021 pada debut dalam kekalahan 1-3 melawan Manchester City

Pengganti Bale di Real Madrid?

Setelah penampilan yang sangat bagus sepanjang Copa America 2021 dengan koleksi empat gol, dengan tiga diantaranya spektakuler, masa depan cerah membentang di depan Diaz. 

Rumornya, Real Madrid berniat memboyongnya. Transfer tinggi, gaji selangit, dan sejumlah fasilitas mewah telah disediakan klub elite La Liga tersebut. Itu untuk menggantikan siapa? Tentu saja Bale, yang oleh sebagian orang, Diaz bermain sangat mirip dengan bintang Wales tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari manajemen Los Blancos maupun Carlo Ancelotti. Begitu pula dari Porto atau agen Diaz. Tapi, fakta menunjukkan kontrak Bale akan berakhir akhir musim 2021/2022 dan sepertinya tidak akan diperpanjang. 

Selain Madrid, Tottenham Hotspur, yang kini dilatih seorang Portugal, Nuno Espirito Santo, juga dikabarkan memantau penampilan Diaz di Copa America 2021. Lagi-lagi, Bale adalah mantan pemain Spurs yang penggantinya sangat dirindukan suporter.

Klub lain yang disebut akan memboyong Diaz adalah AS Roma. Lagi-lagi, keberadaan pelatih berpengalaman asal Portugal, Jose Mourinho, membuat rumor-rumor tersebut cukup masuk akal.

(andri ananto/anda)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *